Kesehatan

Isu Intervensi Istana Terpa Munas X Partai Golkar

PANITIA Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar menuding ada pihak-pihak yang sengaja mengembuskan isu-isu untuk membuat keruh suasana jelang munas. Di antaranya, tentang campur tangan pihak istana dalam hajatan terbesar partai berlambang beringin tersebut.

Menurut juru bicara Panitia Munas Golkar X Christina Aryani, ada yang tidak ingin pelaksanaan munas berjalan lancar dengan semangat keakraban di tengah suasana kekeluargaan.

“H-1 pelaksanaan Munas Partai Golkar, banyak isu berkembang salah satunya terkait adanya pihak eksternal yang ikut mengintervensi pelaksanan Munas X Partai Golkar. Disebut-sebut pihak istana dan beberapa anggota kabinet katanya ikut memengaruhi kader Golkar dalam pelaksanaan munas,” ujar Christina kepada Media Indonesia, kemarin.

Presiden Joko Widodo pernah mengimbau dan berharap agar pelaksanaan Munas Golkar berjalan dengan lancar, aman, dan damai, tanpa guncangan. Harapan yang menurut Christina tentu saja masuk akal dari seorang presiden sebagai kepala negara yang ingin agar stabilitas politik nasional tetap terjaga.

Di sisi lain, lanjut Christina, Presiden Jokowi sudah berbicara bahwa tidak mungkin dia mencampuri urusan internal Partai Golkar. Bahkan, Presiden menjamin para menterinya tidak akan ikut-ikutan dalam urusan yang menjadi hajatan internal Partai Golkar itu.

“Patut dicatat, Golkar merupakan partai besar yang memiliki independensi dan kemandirian yang kuat yang lebih dari mampu untuk mengendalikan seluruh agenda partainya secara mandiri tanpa intervensi pihak eksternal mana pun,” tutupnya.

Munas Golkar berlangsung hari ini hingga Jumat (6/12) dengan agenda utama pemilihan ketua umum. Munas rencananya dibuka Presiden Jokowi.

Nama-nama calon ketua yang meramaikan bursa pemilihan di antaranya petahana Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Agun Gunandjar Sudarsa, Indra Bambang Utoyo, Ridwan Hisjam, dan Ali Yahya.

Ketua Umum Sahabat Muda Airlangga Hartarto, Rudolfus Jack Paskalis, meminta semua kader Golkar tidak terjebak agenda politik jangka pendek dengan mengorbankan kepentingan partai yang lebih besar. Dia mengingatkan Golkar pernah terpecah dan sulit bangkit.

“Kita sekarang sudah susah payah bangkit, harus kita jaga bersama,” tutur Jack. (Cah/Medcom/P-2)





Source link

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker